KARAWANG — Menginjakkan kaki di alam terbuka bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan ruang belajar tanpa batas. Semangat inilah yang diusung oleh SDIT Mutiara Hati dalam perhelatan akbar bertajuk Saba Desa SDIT Mutiara Hati Tahun 2026 yang sukses digelar di Desa Tambak Sari, Kabupaten Karawang, pada Sabtu, 18 April 2026.
Mengusung konsep kepanduan yang sarat nilai kemanusiaan, kegiatan ini melibatkan 100 siswa terpilih. Berlandaskan pada pengamalan Dasa Darma Pramuka, para peserta diajak untuk tidak hanya memahami teori kepramukaan di dalam kelas, melainkan menerapkannya secara langsung melalui aksi nyata berbagi dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar.
Aksi Nyata: Berbagi Inspirasi dan Perlengkapan Sekolah di SDN Tambaksari 01
Rangkaian acara dimulai dengan kunjungan penuh kehangatan ke SDN Tambaksari 01. Di sekolah tujuan tersebut, para siswa SDIT Mutiara Hati menyalurkan bantuan sosial berupa alat tulis, buku bacaan, serta seperangkat alat kebersihan.
Aksi ini dirancang khusus untuk menumbuhkan empati sejak dini pada diri siswa, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarsekolah dasar di wilayah Kabupaten Karawang. Senyum ceria terpancar dari wajah para siswa kedua sekolah saat momen penyerahan bantuan berlangsung.
Belajar Langsung Potensi Pesisir dan Kelautan Karawang
Tidak berhenti pada kegiatan sosial, agenda Saba Desa tahun ini juga memperkaya wawasan edukatif para siswa melalui eksplorasi potensi lokal Desa Tambak Sari yang merupakan kawasan pesisir.
Para peserta tampak antusias mengikuti serangkaian workshop edukasi keterampilan lokal, di antaranya:
Mempelajari teknik pembuatan bandeng tanpa duri yang menjadi ciri khas kuliner setempat.
Mengamati proses pengolahan ikan asin, rumput laut, dan kerupuk udang langsung dari para perajin lokal.
Pengalaman ini memberikan pemahaman komprehensif kepada para siswa mengenai potensi ekonomi maritim dan kerja keras masyarakat pesisir Karawang.
Petualangan Bahari: Susur Sungai, Tanam Mangrove, dan Bersih Pantai
Puncak petualangan kepramukaan kian terasa menantang ketika para siswa harus menaiki kapal kecil untuk menyebrangi sungai menuju kawasan Pantai Tanjungsari. Suasana riuh gembira dan decak kagum menyelimuti perjalanan air tersebut.
Setibanya di lokasi pesisir, kegiatan dilanjutkan dengan aksi kepedulian lingkungan ekologis yang esensial, yakni:
Penanaman bibit pohon mangrove secara massal di sepanjang garis pantai untuk mencegah abrasi.
Aksi bersih pantai Tanjungsari, di mana para siswa bahu-membahu memungut sampah plastik demi menjaga keasrian ekosistem laut.
Sebagai penutup rangkaian acara yang melelahkan namun menyenangkan, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk bermain bersama di laut Tanjungsari, menikmati panorama alam pesisir sambil merefleksikan nilai-nilai kebersamaan.
Harapan Sekolah: Membentuk Generasi Berkarakter Peduli Sesama dan Alam
Dalam sambutannya, perwakilan guru pembimbing, Ustadzah Nursa’adah, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam atas lancarnya seluruh rangkaian acara. Beliau menegaskan bahwa kegiatan luar ruangan ini memiliki urgensi tinggi bagi perkembangan karakter anak didik.
“Kami berharap kegiatan Saba Desa ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi benar-benar menjadi bekal berharga yang berguna untuk anak-anak di kemudian hari. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap peduli lingkungan dan peduli sesama secara berkelanjutan,” ungkap Ustadzah Nursa’adah, S.Pd.I.
Melalui suksesnya penyelenggaraan Saba Desa SDIT Mutiara Hati 2026 di Desa Tambak Sari, Karawang, sekolah kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi cerdas, tangguh, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam dan sosial kemasyarakatan.