Berpengalaman
Lebih dari 20 tahun mendidik siswa
Profesional
Guru yang profesional dan kompeten
Berprestasi
Memiliki prestasi tingkat nasional dan daerah

PPDB 2027/2028

Dapatkan informasi seputar Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2027/2028

Kontak

Hubungi Kami Untuk Mendapatkan Informasi Seputar PPDB SDIT Mutiara Hati

Social Media

Temukan dan Kunjungi Sosial Media Kami Untuk Melihat Info Seputar PPDB SDIT Mutiara Hati

Pendaftaran

Booking Penerimaan Peserta Didik Baru TP. 2027/2028 via WhatsApp

Kegiatan Unggulan Kami

Kegiatan Tahunan Siswa Yang Menjadi Unggulan

Qur'an Camp
Qur'an Camp

Kegiatan tahunan yang memfokuskan siswa untuk menghafal Al Qur'an di Alam Terbuka

Supercamp
Supercamp

Kegiatan Pramuka yang Membentuk Karakter Tangguh Siswa Penggalang dan Siaga

Hari Besar
Hari Besar

Kegiatan Hari Besar Nasional dan Agama Islam

Seminar
Seminar

Seminar Wali Siswa yang diadakan setiap tahun

Kata Mereka Tentang Mutiara Hati

Baba Doel

⭐⭐⭐⭐⭐
"Sekolah bagus. Khususnya dalam baca Al-Qur'an"

Baba Doel Wali Murid
Shaziva Zipwater

⭐⭐⭐⭐⭐
"Sekolah nya bersih, bagus, guru2 nya sabar dan sangat membantu. Sekolah ramah anak dan sangat berkomitmen pada pengajaran pendidikan Alquran. Anak saya menyelesaikan sekolah dasar nya di sekolah ini tahun 2023. Dan Alhamdulillah hasilnya melebihi ekspektasi kami. Jazakumullah Khairan SDIT Mutiara Hati"

Shaziva Zipwater Wali Murid
Nurlaila Ramadhani

⭐⭐⭐⭐⭐
"Sekolahnya bagus banget, Knp kalo udh jadi alumni pasti sekolahan semakin bagus, sehat-sehat ustadz ustadzah SDIT MUTIARA HATI, aku baru banget lulus tahun 2023, pokoknya rekomen banget deh untuk sekolah disana"

Nurlaila Ramadhani Alumni

Ada Pertanyaan?

Bagaimana Kami Dapat Membantu Anda?

Kegiatan Terbaru

Tetap Terhubung Dengan Kegiatan Baru Kami!

Sholat Istisqo SDIT Mutiara Hati: Memohon Hujan dan Keselamatan di Tengah Kepungan Abu Vulkanik

BEKASI — Di tengah kondisi udara yang kian mengkhawatirkan dan maraknya fenomena alam yang melanda Tanah Air belakangan ini, seluruh civitas akademika SDIT Mutiara Hati menggelar ibadah Sholat Istisqo pada Kamis, 10 September 2026. Berlokasi di Lapangan SDIT Mutiara Hati, kegiatan ini berlangsung khidmat dengan diikuti oleh seluruh siswa dari level 1 hingga 6 beserta segenap jajaran dewan guru.

Bertindak sebagai imam dan khatib dalam pelaksanaan sholat sunnah ini adalah Ust. Abdul Rahman, ST., M.Pd. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, merendahkan diri di hadapan Sang Khaliq, dan memohon agar langit segera menurunkan rahmat-Nya.

Makna dan Rujukan Sholat Istisqo

Secara bahasa, Al-Istisqo bermakna meminta turunnya hujan. Dalam syariat Islam, Sholat Istisqo adalah sholat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sebanyak dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah di lapangan terbuka. Tujuannya adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, terutama saat terjadi kemarau panjang atau kondisi darurat lingkungan yang sangat membutuhkan air.

Pelaksanaan ibadah ini merujuk langsung pada kebiasaan (sunnah) Rasulullah SAW ketika umat menghadapi musibah kekeringan. Hal ini ditegaskan dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu:

“Rasulullah SAW keluar menuju tempat sholat (lapangan) untuk meminta hujan (Istisqo’). Beliau menghadap kiblat, membalikkan selendangnya, dan melaksanakan sholat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengetuk Pintu Langit di Tengah Bencana Erupsi

Pelaksanaan Sholat Istisqo SDIT Mutiara Hati kali ini memiliki konteks yang sangat relevan dan mendesak. Seperti diketahui, Indonesia belakangan ini tengah diuji dengan rentetan musibah gunung meletus di berbagai daerah. Dampak sekunder dari erupsi ini—yakni sebaran debu dan abu vulkanik yang pekat—tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mengancam kesehatan pernapasan masyarakat luas secara nasional.

Dalam kondisi darurat ekologis seperti ini, hujan bukan sekadar pelepas dahaga bumi yang gersang. Hujan adalah “pembersih alami” yang diutus Allah SWT untuk membilas polusi udara dan meluruhkan partikel abu vulkanik yang bertebaran di atmosfer. Melalui sujud dan doa di lapangan sekolah hari ini, para siswa diajak untuk menyadari bahwa di saat daya upaya manusia telah mencapai batasnya dalam menangani bencana, pertolongan mutlak hanya datang dari Allah SWT.

Pendidikan Karakter Berbasis Empati

Lebih dari sekadar rutinitas ibadah, kegiatan ini menjadi wadah pendidikan karakter (character building) yang nyata bagi para siswa. Anak-anak diajarkan untuk membangun empati spiritual terhadap saudara sebangsanya yang terdampak bencana alam, sekaligus mempraktikkan langsung tuntunan fiqih ibadah sejak usia dini.

Semoga rintihan doa dan istighfar dari lisan tulus anak-anak serta segenap guru SDIT Mutiara Hati hari ini mampu menembus pintu langit. Kita berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang nafi’an (bermanfaat), membawa keberkahan, serta membersihkan udara Indonesia dari kepungan sisa musibah vulkanik. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Usung Tema “Learn, Explore, Grow”, Outbound SDIT Mutiara Hati Kenalkan Budaya Lokal Sejak Dini

PURWAKARTA — Suasana riang dan antusiasme tinggi tampak jelas terpancar dari wajah sekitar 120 siswa kelas 5 SDIT Mutiara Hati saat tiba di Kampung Kahuripan Cirangkong, Purwakarta.

Mengusung tema “Learn, Explore, Grow“, kegiatan outbound yang dihelat pada Senin, 24 Agustus 2026 ini dirancang sebagai sarana edukatif luar ruang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa secara langsung di alam terbuka.

Berbeda dari rutinitas belajar di dalam kelas, agenda harian para siswa kali ini diisi dengan rangkaian aktivitas interaktif yang memadukan unsur petualangan, pelestarian budaya lokal, serta pengembangan karakter.

Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal

Sejak pagi, para peserta diajak berpetualang menyelami kekayaan tradisi Nusantara. Beberapa agenda utama yang menjadi daya tarik meliputi:

  • Edukasi Budaya: Siswa belajar langsung proses pembuatan kendi tradisional khas setempat serta mencoba berbagai kerajinan tangan khas Desa Cirangkong.
  • Wisata Edukasi Agraris: Keseruan semakin memuncak saat para siswa turun langsung ke area persawahan untuk menangkap ikan dan merasakan pengalaman unik memandikan kerbau.

Tidak hanya berhenti pada pengenalan budaya, kegiatan ini juga memfasilitasi kebutuhan motorik dan keberanian siswa melalui berbagai wahana luar ruangan yang menantang, seperti berenang, meluncur di atas flying fox, serta aneka games interaktif yang menuntut kerja sama tim.

Siswa kelas 5 SDIT Mutiara Hati saat mengikuti kegiatan outbound di Kampung Kahuripan Cirangkong Purwakarta

Cetak Generasi Berkarakter Melalui Pengalaman Nyata

Dalam sambutannya, Ustadzah Nursa’adah menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki arti strategis dalam proses tumbuh kembang anak didik. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan sangat efektif untuk menstimulasi kecakapan hidup (soft skills) para siswa.

“Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan soft skill siswa Mutiara Hati yang saat ini duduk di kelas 5. Selain itu, kami juga ingin mengenalkan budaya serta mengajak siswa untuk terus melestarikan budaya dan karakter bangsa,” ujar Ustadzah Nursa’adah di hadapan para peserta dan guru pendamping.

Melalui konsep Learn, Explore, Grow, pihak sekolah berharap para siswa tidak sekadar menikmati liburan edukatif, tetapi juga mampu menyerap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa sejak dini.

Divisi Media dan Komunikasi SDIT Mutiara Hati 2026.

Serunya Outing Class SDIT Mutiara Hati di Cimory Dairyland: Belajar Sambil Berwisata di Alam Terbuka

BOGOR — Suasana riang dan penuh tawa tampak jelas menghiasi kawasan agrowisata Cimory Dairyland, Cisarua, Bogor. Sebanyak 240 siswa dari tingkat 2 dan 3 SDIT Mutiara Hati mengikuti kegiatan outing class yang memadukan unsur edukasi dan rekreasi di alam terbuka pada 6 Mei 2026.

Kegiatan luar kelas ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang langsung bersentuhan dengan alam dan dunia satwa, sekaligus melepas penat dari rutinitas belajar di ruang kelas.

Petualangan Edukatif dan Interaksi Langsung dengan Satwa

Setibanya di lokasi, ratusan siswa langsung diajak mengeksplorasi berbagai zona edukatif yang ada di Cimory Dairyland. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian agenda yang edukatif sekaligus menyenangkan, mulai dari:

  • Wisata Peternakan: Siswa diajak melihat dari dekat proses memerah susu sapi dan susu kambing, serta menyaksikan secara langsung proses mencukur bulu domba.
  • Interaksi Satwa: Anak-anak berkesempatan memberi makan kelinci secara langsung. Mereka juga di hadapkan pada pengalaman baru melihat aneka ragam satwa eksotis yang jarang ditemui sehari-hari, seperti kuda poni, unta, burung unta, hingga burung hantu.
  • Aktivitas Luar Ruangan: Selain berinteraksi dengan hewan, para siswa juga mencoba berbagai wahana seru, termasuk bermain panahan yang melatih fokus dan ketangkasan.

Membangun Kecintaan pada Alam dan Lingkungan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDIT Mutiara Hati, Ibu Nur Aidah, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki misi penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Kegiatan ini dibentuk untuk mengenalkan siswa terhadap alam bebas, menumbuhkan kecintaan kepada hewan, serta memberikan berbagai pengalaman yang seru dan berharga kepada anak-anak di luar lingkungan sekolah,” ujar Ibu Nur Aidah.

Melalui pendekatan belajar langsung (experiential learning), pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya mendapatkan hiburan semata, tetapi juga mampu memetik nilai-nilai kepedulian terhadap kelestarian alam dan makhluk hidup di sekitar mereka. Acara outing class ini ditutup dengan sesi foto bersama serta kepulangan rombongan dalam kondisi tertib, aman, dan penuh ceria.

Saba Desa SDIT Mutiara Hati 2026: Tanamkan Jiwa Sosial dan Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Nyata di Karawang

KARAWANG — Menginjakkan kaki di alam terbuka bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan ruang belajar tanpa batas. Semangat inilah yang diusung oleh SDIT Mutiara Hati dalam perhelatan akbar bertajuk Saba Desa SDIT Mutiara Hati Tahun 2026 yang sukses digelar di Desa Tambak Sari, Kabupaten Karawang, pada Sabtu, 18 April 2026.

Mengusung konsep kepanduan yang sarat nilai kemanusiaan, kegiatan ini melibatkan 100 siswa terpilih. Berlandaskan pada pengamalan Dasa Darma Pramuka, para peserta diajak untuk tidak hanya memahami teori kepramukaan di dalam kelas, melainkan menerapkannya secara langsung melalui aksi nyata berbagi dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar.

Aksi Nyata: Berbagi Inspirasi dan Perlengkapan Sekolah di SDN Tambaksari 01

Rangkaian acara dimulai dengan kunjungan penuh kehangatan ke SDN Tambaksari 01. Di sekolah tujuan tersebut, para siswa SDIT Mutiara Hati menyalurkan bantuan sosial berupa alat tulis, buku bacaan, serta seperangkat alat kebersihan.

Aksi ini dirancang khusus untuk menumbuhkan empati sejak dini pada diri siswa, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarsekolah dasar di wilayah Kabupaten Karawang. Senyum ceria terpancar dari wajah para siswa kedua sekolah saat momen penyerahan bantuan berlangsung.

Belajar Langsung Potensi Pesisir dan Kelautan Karawang

Tidak berhenti pada kegiatan sosial, agenda Saba Desa tahun ini juga memperkaya wawasan edukatif para siswa melalui eksplorasi potensi lokal Desa Tambak Sari yang merupakan kawasan pesisir.

Para peserta tampak antusias mengikuti serangkaian workshop edukasi keterampilan lokal, di antaranya:

  • Mempelajari teknik pembuatan bandeng tanpa duri yang menjadi ciri khas kuliner setempat.
  • Mengamati proses pengolahan ikan asin, rumput laut, dan kerupuk udang langsung dari para perajin lokal.

Pengalaman ini memberikan pemahaman komprehensif kepada para siswa mengenai potensi ekonomi maritim dan kerja keras masyarakat pesisir Karawang.

Petualangan Bahari: Susur Sungai, Tanam Mangrove, dan Bersih Pantai

Puncak petualangan kepramukaan kian terasa menantang ketika para siswa harus menaiki kapal kecil untuk menyebrangi sungai menuju kawasan Pantai Tanjungsari. Suasana riuh gembira dan decak kagum menyelimuti perjalanan air tersebut.

Setibanya di lokasi pesisir, kegiatan dilanjutkan dengan aksi kepedulian lingkungan ekologis yang esensial, yakni:

  1. Penanaman bibit pohon mangrove secara massal di sepanjang garis pantai untuk mencegah abrasi.
  2. Aksi bersih pantai Tanjungsari, di mana para siswa bahu-membahu memungut sampah plastik demi menjaga keasrian ekosistem laut.

Sebagai penutup rangkaian acara yang melelahkan namun menyenangkan, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk bermain bersama di laut Tanjungsari, menikmati panorama alam pesisir sambil merefleksikan nilai-nilai kebersamaan.

Harapan Sekolah: Membentuk Generasi Berkarakter Peduli Sesama dan Alam

Dalam sambutannya, perwakilan guru pembimbing, Ustadzah Nursa’adah, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam atas lancarnya seluruh rangkaian acara. Beliau menegaskan bahwa kegiatan luar ruangan ini memiliki urgensi tinggi bagi perkembangan karakter anak didik.

“Kami berharap kegiatan Saba Desa ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi benar-benar menjadi bekal berharga yang berguna untuk anak-anak di kemudian hari. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap peduli lingkungan dan peduli sesama secara berkelanjutan,” ungkap Ustadzah Nursa’adah, S.Pd.I.

Melalui suksesnya penyelenggaraan Saba Desa SDIT Mutiara Hati 2026 di Desa Tambak Sari, Karawang, sekolah kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi cerdas, tangguh, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam dan sosial kemasyarakatan.

Menghidupkan Bara Juang: 675 Siswa SDIT Mutiara Hati Khidmat Peringati Hari Pahlawan 2025

BEKASI — Semangat patriotisme dan cinta tanah air tampak bergemuruh di halaman SDIT Mutiara Hati pada Senin, 10 November 2025. Sebanyak 675 siswa dari berbagai tingkat kelas berkumpul dengan tertib untuk mengikuti rangkaian Upacara Hari Pahlawan yang berlangsung khidmat.

Ada yang istimewa dalam pelaksanaan upacara tahun ini. Jika biasanya petugas upacara berasal dari kalangan siswa, kali ini jajaran dewan guru SDIT Mutiara Hati mengambil alih peran tersebut dengan penuh wibawa. Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Ustadz Fadhlur Rahman, S.Sos., sementara posisi Pembina Upacara diemban langsung oleh Wakil Direktur Lembaga, Ustadz Rosa Herdiansyah, S.Pd.I.

Meneruskan Estafet Perjuangan Melalui Pendidikan

Dalam amanatnya, Ustadz Rosa Herdiansyah, S.Pd.I. menyampaikan pesan mendalam kepada ratusan siswa yang hadir. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan momen untuk meratapi kesedihan atas gugurnya para pendahulu, melainkan momentum kebangkitan untuk meneruskan api perjuangan.

“Upacara ini diadakan bukan untuk bersedih atas para pahlawan, melainkan untuk meneruskan semangat juang para pahlawan, khususnya di bidang pendidikan dan Islam,” tegas Ustadz Rosa di hadapan ratusan peserta upacara.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para siswa bahwa medan juang hari ini telah bergeser. Jika dahulu para pahlawan mengangkat senjata melawan penjajah fisik, generasi muda saat ini—khususnya para pelajar—memiliki tanggung jawab moral untuk berjuang melalui ilmu pengetahuan, prestasi, serta keluhuran akhlak berlandaskan nilai-nilai Islam.

Membangun Karakter Generasi Masa Depan

Pelaksanaan upacara yang sarat akan makna ini ditutup dengan doa bersama untuk arwah para pahlawan nasional. Pihak sekolah berharap, keterlibatan aktif para guru sebagai petugas upacara tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga teladan nyata (tuntunan) bagi para siswa dalam kedisiplinan dan rasa nasionalisme.

Melalui kegiatan ini, SDIT Mutiara Hati kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi cerdas yang tidak hanya menguasai ilmu umum, tetapi juga memiliki jiwa kepahlawanan yang kokoh untuk membangun peradaban bangsa di masa depan.

English Training Meriah di SDIT Mutiara Hati: Menyiapkan Siswa Level 6 Menghadapi Tantangan Global

Pada tanggal 29 hingga 31 Mei 2025, SDIT Mutiara Hati di Kabupaten Bekasi menjadi saksi rangkaian kegiatan English Training yang luar biasa. Lebih dari 125 siswa kelas 6 menginap di lingkungan sekolah untuk mengikuti pelatihan intensif bahasa Inggris yang dirancang khusus sebagai bekal menghadapi tantangan global. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan Bahasa Inggris, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri agar para peserta berani berbicara dan berkomunikasi dalam bahasa asing.

Acara berlangsung selama tiga hari penuh dengan berbagai aktivitas interaktif. Trainer ternama dari Kampung Inggris Bandung, yang sudah dikenal luas karena metode active learning and speaking-nya, memimpin sesi kelas dengan pendekatan yang dinamis dan kreatif. Dengan mengutamakan partisipasi aktif, para siswa diajak berdiskusi, bermain peran, dan melakukan simulasi situasi kehidupan nyata dalam bahasa Inggris. Metode ini terbukti efektif karena mampu memecahkan hambatan dalam berkomunikasi, sehingga siswa merasa lebih nyaman dan percaya diri untuk berbicara di depan umum.

Tidak hanya sesi kelas tradisional, kegiatan ini juga diperkaya dengan fun games yang seru dan edukatif. Melalui permainan interaktif, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan responsif dalam bahasa Inggris secara menyenangkan. Setiap permainan dirancang untuk menggabungkan pembelajaran dengan hiburan, sehingga berada di luar rutinitas belajar konvensional. Suasana kompetisi yang ramah pun tercipta, membuat semangat belajar semakin tinggi dan menambah antusiasme setiap peserta.

Puncak acara tercermin dalam Pentas Seni yang dihelat pada hari terakhir kegiatan. Pentas seni ini sekaligus menjadi Haflah Akhirussanah, sebuah tradisi perpisahan yang sangat berarti bagi para siswa Level 6 yang akan segera menutup babak masa pendidikan mereka di SDIT Mutiara Hati. Dalam penampilan yang memukau, siswa-siswi mempersembahkan berbagai pertunjukan seperti drama, tarian, dan nyanyian berbahasa Inggris. Setiap penampilan membuktikan betapa pesatnya kemajuan mereka dalam menguasai bahasa tersebut. Di sela-sela pertunjukan, momen yang tak kalah mengharukan adalah persembahan lagu khusus untuk guru-guru, sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi dan bimbingan selama masa pembelajaran.

Simbolisasi akhir dari perjalanan pendidikan disampaikan melalui penyerahan seragam resmi kepada para siswa Level 6. Upacara penyerahan seragam ini merupakan tanda penghormatan dan kebanggaan, menandai selesainya fase pendidikan di sekolah sekaligus sebagai pengingat bahwa setiap lulusannya membawa identitas dan nilai-nilai luhur SDIT Mutiara Hati ke dunia yang lebih luas. Seragam tersebut menjadi simbol komitmen dan kenangan manis yang akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan akademis mereka.

Kepala sekolah SDIT Mutiara Hati, Ibu Nursa’adah, S.Pd.I. menyampaikan harapan besar melalui kegiatan ini. Menurutnya, English Training merupakan investasi penting dalam mencetak generasi yang siap bersaing di era globalisasi. “Kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan rasa percaya diri dalam berkomunikasi merupakan modal utama untuk meraih sukses di masa depan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, dan kreativitas siswa-siswi kami,” ujar beliau dengan penuh antusiasme.

Para siswa pun menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang rangkaian kegiatan. Suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan membuat setiap peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga kenangan berharga yang menumbuhkan semangat kebersamaan. Pengalaman tiga hari yang intensif ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi mereka dalam menghadapi persaingan global dan berbagai tantangan di masa depan.

Dengan keberhasilan English Training di SDIT Mutiara Hati, tercipta momen bersejarah yang tak terlupakan. Kegiatan ini telah membuktikan bahwa pembelajaran bahasa asing bukan sekadar urusan tata bahasa dan kosakata, melainkan tentang membangun keberanian, komunikasi efektif, dan semangat untuk terus berkarya. Semangat inilah yang nantinya akan mengantar para siswa Level 6 meraih prestasi gemilang serta mengukir jejak positif di dunia global.

Seminar Parenting SDIT Mutiara Hati: Membentuk Generasi Cerdas Digital dengan Pola Asuh Bijak

Bekasi, 24 Mei 2025 – Aula lantai 3 SDIT Mutiara Hati dipenuhi lebih dari 350 wali murid yang antusias mengikuti Seminar Parenting bertema “Cerdas Digital: Menguasai Teknologi tanpa Dikuasai Teknologi”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi dan trainer parenting nasional, Abah Ihsan Baihaqi, yang terkenal dengan metode 18-21, yaitu konsep berkumpul bersama keluarga setiap pukul 18.00 hingga 21.00 malam sebagai fondasi penting dalam mendidik anak.

Mengenali Tantangan Digital dalam Pendidikan Anak

Perkembangan teknologi membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru bagi orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka. Dalam seminar ini, para peserta diajak memahami cara mengarahkan penggunaan teknologi agar menjadi alat pembelajaran yang efektif tanpa menghilangkan nilai-nilai keluarga dan interaksi sosial yang sehat.

Dengan pembawaan yang humoris, santai, dan penuh energi, Abah Ihsan Baihaqi berhasil menyampaikan materi dengan gaya yang menarik dan mudah dicerna. Beliau menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak dalam membangun kebiasaan sehat menggunakan gawai, serta bagaimana orang tua bisa menjadi teladan dalam mengelola teknologi dengan bijak.

Interaksi, Hiburan, dan Hadiah Menarik

Seminar ini tidak hanya berisi materi, tetapi juga dikemas dengan sesi interaktif, di mana peserta diajak berdiskusi langsung dengan pemateri tentang berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam pengasuhan anak di era digital. Banyak wali murid yang mengajukan pertanyaan terkait strategi membatasi screen time tanpa menyebabkan konflik dengan anak, serta bagaimana menciptakan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.

Acara semakin meriah dengan penampilan siswa SDIT Mutiara Hati yang memberikan hiburan bagi para peserta seminar. Suguhan seni dari anak-anak mereka sendiri menjadi momen yang menyentuh, mengingatkan orang tua tentang pentingnya menikmati momen bersama anak tanpa gangguan teknologi.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan doorprize menarik yang disponsori oleh berbagai pihak, yang diantaranya adalah, PT. Sanghiang Perkasa, Medina Wedding sebagai sponsor Platinum, lalu ada PT. Sukanda Djaya Outside dan British Propolis sebagai sponsor Gold, diikuti oleh 6 sponsor silver yaitu Rumah Cantik Azzura, DKM Ar Rahmah Cikarang Barat, PT Asraf Utama Mandiri, Pustaka Hasanah, Apotek Roxy dan Hanan Jilbab. Sementara untuk sponsor kategori Bronze disponsori oleh zia.id, Amdhan Printing, Bang Jajan official, Asoka kaos kaki dan para donatur yaitu atas nama Primi Lupida, Kelas 5 al Huda, Kelas 3 Ibnu Kholdun, Donatur Kelas 3 Ibnu Batutah, Donatur Kelas 4 Utsman bin Affan, dan Donatur Kelas 4 Ali bin Abi Thalib.

Dengan adanya sponsor tersebut, hadiah-hadiah yang dibagikan menjadi semakin menyemarakkan suasana dan memberikan semangat bagi peserta dalam menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh.

Seminar yang Meninggalkan Kesan Mendalam

Di penghujung acara, banyak peserta yang merasa mendapatkan wawasan baru mengenai pola asuh anak di era digital. Salah satu peserta, mengungkapkan, “Saya semakin memahami betapa pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan teknologi. Ilmu yang disampaikan sangat bermanfaat dan aplikatif!”.

Seminar ini bukan hanya sekadar sesi diskusi, tetapi menjadi ajang refleksi bagi orang tua tentang peran mereka dalam membentuk generasi masa depan. Dengan semakin kompleksnya dunia digital, seminar seperti ini menjadi langkah konkret dalam membangun keluarga yang harmonis dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.

SDIT Mutiara Hati berharap bahwa seminar ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kesadaran bagi orang tua mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam pola asuh anak, serta mendorong praktik parenting yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Saba Desa 2025 SDIT Mutiara Hati, Kegiatan Penuh Cerita di Pesisir Muara Gembong

Sabtu, 17 Mei 2025, sekitar 150 siswa-siswi kelas 5 dari SDIT Mutiara Hati menggelar rangkaian kegiatan Saba Desa di dua lokasi strategis, yakni Desa Pantai Sederhana dan Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup kegiatan pramuka level 5 yang akan resmi ditutup pada akhir bulan Mei 2025.

Kegiatan Saba Desa dimulai dengan bakti sosial yang diadakan di SDN 01 Pantai Sederhana. Di sana, siswa-siswi tidak hanya turut merapikan lingkungan sekolah tetapi juga menjalin keakraban dengan teman-teman baru melalui kegiatan interaktif yang diselenggarakan di lingkungan sekolah tersebut. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan kegiatan penanaman mangrove serta penebaran bibit ikan bandeng di lingkungan Desa Pantai Sederhana. Rangkaian kegiatan ini ditujukan agar siswa dapat merasakan secara langsung pentingnya peran konservasi lingkungan dan mendukung usaha nelayan di sekitarnya.

Tujuan utama kegiatan Saba Desa adalah memberikan pengalaman lapangan kepada siswa agar mereka dapat memahami nilai-nilai bakti sosial serta kegiatan para nelayan yang hidup di pesisir. Selain itu, kegiatan ini difungsikan untuk menambah wawasan soft skill sebagai modal berharga di masa depan. Para pendidik berharap, melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan alam, para siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih peka, kreatif, dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sosial sekitarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada hari Sabtu, 17 Mei 2025, di dua lokasi terpilih, yaitu SDN 01 Pantai Sederhana di Desa Pantai Sederhana serta kunjungan ke PAUD dan Masjid di Desa Pantai Mekar. Dua lokasi ini dipilih dengan cermat agar para siswa dapat menyaksikan langsung dinamika lingkungan pesisir serta kegiatan sosial masyarakat setempat.

Setelah melaksanakan bakti sosial dan penanaman mangrove, siswa-siswi mengikuti pelatihan praktis untuk mencabut duri ikan bandeng, sebuah sesi yang dirancang untuk memberikan pemahaman teknis mengenai industri perikanan lokal. Selanjutnya, mereka diajak untuk mengamati proses pengepakan rumput laut dengan standar kualitas ekspor, sehingga membuka cakrawala baru terkait produk perikanan lokal yang berpotensi meningkatkan ekonomi desa. Kegiatan hari itu ditutup dengan kunjungan bakti sosial ke sekolah PAUD dan Masjid di Desa Pantai Mekar, mempererat hubungan antara generasi muda dengan nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam komunitas.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa-siswi kelas 5 SDIT Mutiara Hati, yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Selain itu, kehadiran para pendidik, pelatih, serta masyarakat setempat turut membuat suasana semakin hidup dan kondusif—memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi para peserta.

Kegiatan Saba Desa Level 5 SDIT Mutiara Hati tidak hanya menjadi ajang penutup yang meriah bagi serangkaian kegiatan pramuka, tetapi juga membuka kesempatan bagi para siswa untuk mengasah soft skill, memahami peran lingkungan, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan melalui interaksi langsung dengan masyarakat nelayan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menghadapi masa depan dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi.

Selain menyuguhkan pengalaman lapangan yang mendalam, acara ini turut menginspirasi para pendidik dan masyarakat untuk lebih mendorong program-program serupa yang menghubungkan antara pendidikan, konservasi lingkungan, dan kehidupan sosial ekonomi di masyarakat pesisir.

Semarak Supercamp SDIT Mutiara Hati: Puncak Prestasi Pramuka Level 4 Mengukir Kenangan

Pada tanggal 16-17 April 2025, langit Megamendung di Bogor kembali disulap menjadi saksi semangat persahabatan, keberanian, dan kemandirian dalam acara Supercamp SDIT Mutiara Hati. Di lokasi Bumi Perkemahan Semak Daun Village yang asri dan menawan, sekitar 150 anggota pramuka tingkat 4 berkumpul untuk menutup satu tahun penuh latihan serta mengukir kenangan sebelum melangkah ke level 5. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk mengaplikasikan seluruh latihan pramuka yang telah dilaksanakan selama satu tahun pelajaran 2024/2025 dengan serangkaian rangkaian acara yang seru, meriah, dan penuh tantangan.

Acara dimulai dengan upacara pembukaan yang khidmat, di mana peserta berkumpul dengan penuh semangat di lapangan terbuka di tengah suasana alam yang mendukung semangat kebersamaan. Suasana haru terselip ketika bendera pramuka dikibarkan serempak, menandakan bahwa setiap langkah dan setiap laku yang telah dilatih selama satu tahun akan diuji dan diaplikasikan secara nyata. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Pos to Pos” yang menuntut kekompakan, kecerdasan, dan stamina para anggota dalam menaklukkan berbagai tantangan yang tersebar di beberapa titik strategis perkemahan. Di balik keseruan itulah, para peserta belajar untuk mengutamakan kerja sama dan disiplin dalam setiap gerakan mereka.

Tidak hanya itu, malam harinya semakin menggugah adrenalin dengan kegiatan jejak malam yang menuntut keberanian dan ketelitian dalam menelusuri rute yang telah disiapkan. Sementara itu, api unggun yang menyala di tengah heningnya malam menciptakan suasana hangat untuk berbagi cerita dan tawa. Di sela-sela waktu tersebut, pentas seni yang dianimasikan oleh para pramuka menampilkan kreativitas dan bakat mereka dalam bentuk pertunjukan yang penuh warna, sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di antara peserta. Malam diakhiri dengan sholat berjamaah yang khusyuk, mengingatkan bahwa di balik kegembiraan dan keriuhan, nilai-nilai spiritual tetap menjadi fondasi utama.

Kegiatan pada hari berikutnya pun tidak kalah seru dan menantang. Dengan semangat yang membara, para pramuka terlibat dalam berbagai aktivitas fisik dan mental, mulai dari sesi renang yang menyegarkan, melintasi danau dengan perahu yang menguji keseimbangan dan kepercayaan, hingga outbond yang dirancang khusus untuk menguji ketahanan fisik dan kecerdasan pemecahan masalah. Setiap aktivitas tidak hanya menjadikan latihan fisik sebagai tantangan, namun juga sebagai momen berharga untuk mengasah kemandirian, disiplin, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Semua rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menyatukan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai positif dalam satu wadah kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SDIT Mutiara Hati, Ibu Nursa’adah, S.Pd.I, menyampaikan sambutan yang penuh makna. Dengan penuh keyakinan, beliau mengatakan,

“Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk membentuk disiplin siswa dan menguji kemandirian mereka sesuai dengan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh para Pembina di sekolah.“

Kata-kata tersebut menggambarkan betapa pentingnya kegiatan Supercamp ini sebagai pengalaman pembelajaran yang bersifat aplikatif, mengajak setiap peserta untuk menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, dan rasa tanggung jawab dalam setiap langkah yang diambil.

Tak kalah antusias, Ketua Pembina Pramuka SDIT Mutiara Hati Kak Zusyani Kurnianingrum, M.Pd. menambahkan,

“Kegiatan ini memiliki prinsip ingin bernuansa kembalinya pramuka yang seru dan menggembirakan untuk anak-anak pramuka, sehingga mereka dapat menikmati setiap momen pembelajaran dengan penuh keceriaan dan semangat juang.“

Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa di balik setiap tantangan dan aktivitas yang menuntut fisik serta mental, ada keinginan untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya mendidik tetapi juga membahagiakan. Kegiatan ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi para pramuka untuk menghadapi tahapan berikutnya, seraya mengukir cerita indah tentang persahabatan, keberanian, dan semangat juang yang akan selalu dikenang.

Acara Supercamp SDIT Mutiara Hati bukan hanya sekadar penutup kegiatan pramuka tahun pelajaran 2024/2025 bagi pramuka level 4, tetapi juga menjadi momen spesial yang menegaskan bahwa setiap pengalaman, tantangan, dan tawa yang terukir di perkemahan itu adalah bekal berharga menuju perjalanan baru. Antusiasme dan partisipasi aktif para peserta menggambarkan bahwa semangat pramuka bukan hanya tentang aktivitas di lapangan, melainkan juga tentang proses pembentukan karakter dan kemandirian sejak dini. Dengan keceriaan yang terpancar dari wajah-wajah muda dan semangat yang tak pernah padam, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam yang menginspirasi semua pihak untuk terus berinovasi dan menjaga nilai-nilai positif dalam setiap langkah pendidikan dan pembinaan.

Kisah Supercamp ini akan terus dikenang sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan pramuka SDIT Mutiara Hati, sebuah babak penutup tahun ajaran yang penuh arti sebelum mereka melangkah ke level berikutnya dalam perjuangan dan petualangan hidup. Sarana yang begitu kaya dengan tantangan sekaligus canda tawa ini berhasil menyatukan seluruh elemen pendidikan, pembinaan, dan nilai-nilai spiritual untuk menghasilkan generasi yang tangguh, mandiri, dan penuh semangat kebersamaan.

Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode UMMI SDIT Mutiara Hati: Manifestasi Hafalan dan Pemahaman Al-Qur’an

Bekasi, 23 Februari 2025 – Auditorium Giri Suseno STTD Bekasi, Setu, Kabupaten Bekasi, menjadi saksi pelaksanaan acara akbar Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode UMMI yang diadakan oleh SDIT Mutiara Hati. Sebanyak 256 siswa dari sekolah tersebut mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil hafalan Al-Qur’an mereka kepada masyarakat luas sekaligus menguji kualitas bacaan dan pemahaman mereka terhadap Kitabullah.

Sejak pagi, suasana Auditorium Giri Suseno dipenuhi dengan rasa haru dan bangga. Para orang tua dan guru menyaksikan langsung bagaimana para siswa melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh keyakinan, menunjukkan kedalaman hafalan dan ketepatan tajwid mereka. Acara ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan juga momen pembuktian bagi siswa yang telah menjalani pembelajaran intensif dengan Metode UMMI.

Uji Materi oleh Tim Penguji UMMI Foundation

Sebagai bagian dari rangkaian acara, para peserta menjalani imtihan atau uji kompetensi yang dilakukan oleh tim penguji dari UMMI Foundation. Uji materi ini dipimpin oleh Ustadz H. Ahmad Yusuf M. S., M.Pd., selaku Direktur UMMI Foundation, serta Ustadz Masturi M.Ag, Ketua UMMI Bekasi Raya. Tidak hanya hafalan yang diuji, tetapi juga pemahaman mereka terhadap ilmu tajwid, Kaidah Bacaan Qur’an (KBQ), serta tafsir.

Pengujian dilakukan secara langsung di hadapan para tamu undangan yang terdiri dari orang tua siswa, guru, dan masyarakat umum. Beberapa peserta dengan keberanian luar biasa diuji di depan audiens, menunjukkan ketajaman hafalan mereka tanpa ragu, dengan pelafalan yang jelas dan sesuai kaidah. Tak hanya itu, mereka juga diuji dalam menjelaskan makna ayat yang mereka hafalkan, membuktikan bahwa hafalan mereka bukan sekadar di bibir, melainkan juga meresap dalam hati dan pemahaman mereka.

Kolaborasi Penguji: Orang Tua, Guru, dan Publik

Kegiatan ini mengusung konsep keterlibatan berbagai pihak dalam proses pengujian. Tidak hanya tim dari UMMI Foundation yang berperan sebagai penguji, tetapi juga guru, orang tua, serta beberapa tokoh masyarakat yang memiliki kompetensi dalam bidang ilmu Al-Qur’an. Hal ini memberikan dinamika yang unik, di mana siswa mendapatkan pengalaman diuji oleh berbagai lapisan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan Islam.

Seorang wali murid, yang juga hafizh Al-Qur’an, mengungkapkan rasa haru dan bangganya terhadap pencapaian anak-anak. “Melihat anak-anak diuji seperti ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami, para orang tua. Ini adalah bukti nyata bahwa mereka telah berusaha keras dalam perjalanan menghafal dan memahami Al-Qur’an,” ujar seorang wali murid dengan mata berkaca-kaca.

Persembahan Istimewa dari Para Siswa

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada orang tua dan guru, para siswa turut mempersembahkan beberapa penampilan spesial. Dengan penuh semangat, mereka menampilkan pembacaan puisi bertemakan cinta kepada Al-Qur’an, serta sebuah nasyid yang mengangkat tema keteguhan dalam menjaga hafalan. Suasana berubah menjadi penuh haru saat beberapa siswa memberikan kesaksian tentang perjalanan mereka dalam menghafal, menceritakan tantangan yang mereka hadapi, serta dorongan dari orang tua dan guru yang membuat mereka tetap teguh dalam menghafalkan firman-Nya.

Kesimpulan: Momen Bersejarah bagi SDIT Mutiara Hati

Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode UMMI tahun ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan Al-Qur’an di SDIT Mutiara Hati. Tidak hanya menampilkan capaian hafalan siswa, tetapi juga mengukuhkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang efektif dalam membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan acara ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan hafalan dan pemahaman mereka. SDIT Mutiara Hati terus berkomitmen dalam membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an, menjadikan mereka sebagai penjaga kalamullah yang tidak hanya membacanya, tetapi juga menghidupkannya dalam keseharian.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pemberian sertifikat kepada para peserta, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Semoga cahaya Al-Qur’an senantiasa menerangi kehidupan mereka dan membawa berkah bagi keluarga serta masyarakat.