Saba Desa 2025 SDIT Mutiara Hati, Kegiatan Penuh Cerita di Pesisir Muara Gembong

Sabtu, 17 Mei 2025, sekitar 150 siswa-siswi kelas 5 dari SDIT Mutiara Hati menggelar rangkaian kegiatan Saba Desa di dua lokasi strategis, yakni Desa Pantai Sederhana dan Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup kegiatan pramuka level 5 yang akan resmi ditutup pada akhir bulan Mei 2025.

Kegiatan Saba Desa dimulai dengan bakti sosial yang diadakan di SDN 01 Pantai Sederhana. Di sana, siswa-siswi tidak hanya turut merapikan lingkungan sekolah tetapi juga menjalin keakraban dengan teman-teman baru melalui kegiatan interaktif yang diselenggarakan di lingkungan sekolah tersebut. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan kegiatan penanaman mangrove serta penebaran bibit ikan bandeng di lingkungan Desa Pantai Sederhana. Rangkaian kegiatan ini ditujukan agar siswa dapat merasakan secara langsung pentingnya peran konservasi lingkungan dan mendukung usaha nelayan di sekitarnya.

Tujuan utama kegiatan Saba Desa adalah memberikan pengalaman lapangan kepada siswa agar mereka dapat memahami nilai-nilai bakti sosial serta kegiatan para nelayan yang hidup di pesisir. Selain itu, kegiatan ini difungsikan untuk menambah wawasan soft skill sebagai modal berharga di masa depan. Para pendidik berharap, melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan alam, para siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih peka, kreatif, dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sosial sekitarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada hari Sabtu, 17 Mei 2025, di dua lokasi terpilih, yaitu SDN 01 Pantai Sederhana di Desa Pantai Sederhana serta kunjungan ke PAUD dan Masjid di Desa Pantai Mekar. Dua lokasi ini dipilih dengan cermat agar para siswa dapat menyaksikan langsung dinamika lingkungan pesisir serta kegiatan sosial masyarakat setempat.

Setelah melaksanakan bakti sosial dan penanaman mangrove, siswa-siswi mengikuti pelatihan praktis untuk mencabut duri ikan bandeng, sebuah sesi yang dirancang untuk memberikan pemahaman teknis mengenai industri perikanan lokal. Selanjutnya, mereka diajak untuk mengamati proses pengepakan rumput laut dengan standar kualitas ekspor, sehingga membuka cakrawala baru terkait produk perikanan lokal yang berpotensi meningkatkan ekonomi desa. Kegiatan hari itu ditutup dengan kunjungan bakti sosial ke sekolah PAUD dan Masjid di Desa Pantai Mekar, mempererat hubungan antara generasi muda dengan nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam komunitas.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa-siswi kelas 5 SDIT Mutiara Hati, yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Selain itu, kehadiran para pendidik, pelatih, serta masyarakat setempat turut membuat suasana semakin hidup dan kondusif—memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi para peserta.

Kegiatan Saba Desa Level 5 SDIT Mutiara Hati tidak hanya menjadi ajang penutup yang meriah bagi serangkaian kegiatan pramuka, tetapi juga membuka kesempatan bagi para siswa untuk mengasah soft skill, memahami peran lingkungan, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan melalui interaksi langsung dengan masyarakat nelayan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menghadapi masa depan dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi.

Selain menyuguhkan pengalaman lapangan yang mendalam, acara ini turut menginspirasi para pendidik dan masyarakat untuk lebih mendorong program-program serupa yang menghubungkan antara pendidikan, konservasi lingkungan, dan kehidupan sosial ekonomi di masyarakat pesisir.

Field Trip SDIT Mutiara Hati: Petualangan Kreatif Menyelami Pesona Dunia Bawah Laut

Pada tanggal 10 Februari 2025, langit cerah menyambut antusiasme sekitar 350 siswa level 1-3 SDIT Mutiara Hati yang berkumpul dengan semangat tinggi untuk mengikuti kegiatan field trip di BXSea Bintaro, Tangerang, Banten. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan ganda: mengenalkan para siswa pada kekayaan biota laut Indonesia dan mancanegara, serta mendorong mereka untuk berkreasi di luar lingkungan kelas yang biasa. Tempat yang dipenuhi dengan nuansa edukatif dan dekorasi bertema laut menjadi latar sempurna bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain.

Sejak pagi hari, semangat petualang sudah tampak jelas. Para siswa tiba dengan penuh keceriaan, mengenakan seragam dan perlengkapan yang rapi serta semangat ingin tahu yang membara. Di BXSea Bintaro, mereka langsung diajak untuk mengenal dunia bawah laut melalui serangkaian kegiatan yang variatif dan interaktif. Salah satu kegiatan yang sangat dinantikan adalah “menulis nama biologi hewan laut.” Di sini, para siswa diberikan papan tulis dan spidol warna-warni, lalu diajak untuk mencatat nama-nama berbagai hewan laut sambil mendengarkan penjelasan para pendamping mengenai ciri-ciri, habitat, dan peran ekologis setiap spesies. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga memupuk rasa ingin tahu serta apresiasi terhadap keanekaragaman hayati.

Tak berhenti di situ, para siswa pun diajak untuk terjun langsung ke dalam kegiatan memberi makan ikan. Dengan penuh antusias, mereka menggenggam mangkuk kecil berisi pakan alami, lalu dengan cekatan mendekati kolam edukasi tempat ikan-ikan berenang riang. Suasana pun semakin hidup ketika tawa dan sorak sorai memenuhi area kegiatan. Anak-anak tersebut tampak sangat menikmati momen tersebut, seolah-olah mereka telah diajak menari bersama irama alam. Aktivitas ini menjadi momen praktis yang mengajarkan tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Salah satu momen yang paling mengesankan adalah ketika para siswa diberi kesempatan untuk memegang bintang laut secara langsung. Dengan bimbingan para pendamping, mereka belajar cara menyentuh dengan lembut dan memahami tekstur serta keunikan makhluk laut yang satu ini. Sentuhan pertama dengan bintang laut itu bukan hanya mempererat hubungan emosional antara anak-anak dan alam, melainkan juga membuka jendela pemahaman yang mendalam mengenai kehidupan di bawah permukaan laut. Kegiatan yang penuh keceriaan ini secara keseluruhan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan tak terlupakan.

Dalam keseruan tersebut, sambutan inspiratif pun terdengar dari Kepala SDIT Mutiara Hati, Ibu Nursa’adah, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan esensi kegiatan yang diadakan hari itu:

“Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang kreatif dan dinamis. Melalui pengalaman langsung di luar kelas, kami ingin menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, serta kreativitas anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dengan nilai-nilai positif dan semangat untuk terus belajar dari alam.”

Kata-kata inspirasional dari Ibu Nursa’adah menggambarkan betapa pentingnya waktu belajar di luar ruangan dalam membentuk karakter serta kreativitas siswa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan akademis melalui interaksi dengan biota laut, tetapi juga mengajarkan tentang cara bekerja sama, menghargai alam, dan mengembangkan keterampilan sosial yang esensial untuk masa depan.

Seiring berjalannya waktu, keberagaman aktivitas tersebut semakin memperkaya pengalaman belajar para siswa. Selain kegiatan menulis, memberi makan ikan, dan memegang bintang laut, masih banyak kegiatan lain yang diadakan dengan metode permainan dan eksperimen sederhana yang membuat keceriaan terus merajalela. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh guru-guru dan pendamping yang sigap, memastikan setiap kegiatan berjalan dengan lancar serta mendidik secara menyeluruh.

Kegiatan field trip di BXSea Bintaro ini telah berhasil menciptakan momen-momen berharganya sendiri; momen ketika anak-anak belajar secara langsung mengenai keindahan alam, nilai-nilai kerja sama, dan pentingnya kreativitas. Dengan latar belakang alam bawah laut yang mempesona, pengalaman ini menjadi sumber inspirasi tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi para pendidik untuk terus mencari metode pembelajaran inovatif yang tak lekang oleh waktu.

Dengan penuh semangat dan kepuasan, para siswa pulang dengan membawa segudang cerita dan pengetahuan baru yang pastinya akan mempengaruhi cara pandang mereka terhadap kehidupan dan alam. Kegiatan yang kreatif dan dinamis ini membuktikan bahwa belajar di luar kelas bukan hanya menyenangkan, tetapi juga mampu membentuk karakter yang lebih kuat dan penuh imajinasi untuk masa depan yang gemilang.